•Januari 16, 2012 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Bertahun-tahun sudah kapal ini berlayar
Pada samudera antah barantah
Namun ujung bumi tak jua terlihat
Kuputuskan berlabuh pada satu pulau tak berpenghuni
Menanam buah berry dari bibit cinta yang saat itu kau tinggalkan
Berharap dapat tumbuh seperti di tanah kita dulu
Dan tulisan saat berlayar adalah saksi
betapa lelahnya mencari dan menanti
Aku sadari ternyata pada ujung atlas bermula
adalah ujung bumi sebenarnya
Namun telah terlalu jauh berlayar hingga tak dapat kembali lagi
Tanah ini,
Memang tidak berpelangi seperti kau
Tak juga hujan tanpa henti
Hanya tanah biasa yang rela menerima kapalku tuk singgah
Jadi biarlah ia menjadi ujung bumiku kini
Ditulis dalam Uncategorized
•September 15, 2011 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Satu hari lagi
ku kubur kau dalam bayang
biar melekat tetap namun tidak terlihat
lelahkah aku menantimu?
Berhentikah aku mencintaimu?
Aku khawatir bukan karena esok
saat aku dikukuhkan sebagai istri
Tapi lebih karena kau
khawatir karena cintaku padamu tak jua padam
lalu bagaimana ia yang menikahiku?
Kelengkapan hidup
kau bawa dan tak bisa kembali
lalu bagaimana ia melengkapi hidupku?
Satu hari lagi
dalam gamang
ah..kau takkan pernah tahu rahasia hati ini
Ditulis dalam Puisi
•Juli 15, 2011 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Rindu…rindu…rindu
cuma kata rindu
cuma rindu rindu rindu
rindu rindu rindu…
rindu..rindu..rindu
rindu…rindu…rindu
cuma kata ini
rindu..rindu…rindu
rindu, rindu, rindu
rindu, rindu, rindu
tak mampu kuucap
meski cuma kata rindu
Aku rindu sangat
sangat rindu
rindu…rindu…rindu
rindu…rindu…rindu
Semoga kau tahu
*150711,kyukyuku*
Ditulis dalam Puisi
•Juli 7, 2011 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Ini bukan awal tapi akhir
bukan kelahiran tapi kematian,
Jiwa telah terpisah dari raga
selamanya,
Bukan karena bahagia
Ini kepiluan
bila air mata tiada henti
Cinta telah terkubur bersama kisah
Kesetiaan terbaring dalam peti
dipendam dan dinisan
tetap terjaga meski tidak kasat
Cinta ini begitu mengikat
Melingkar bukan pada jari
tetapi pada hati
Aku akan mencintaimu sampai mati
Meski kau tak lagi perduli…
(July,07 2011)
Ditulis dalam Puisi
•Juli 2, 2011 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Aku…
Tak pernah benar-benar meninggalkanmu
sama seperti kau dahulu
Tak pernah benar-benar meninggalkanku
Terlihat terpisah
namun hatiku masih tertaut
Aku mencintaimu selalu
(jul 11, to kyukyu)
Ditulis dalam Puisi
•Juni 1, 2011 •
Tinggalkan sebuah Komentar
Dimana aku harus ku letakkan kelelahan ini
yang menggelayut di pundakku
mencengkram seolah tak ingin lepas
Sepatu ini telah lusuh sayangku
aku tak ingin berkelana lagi
Aku tak lagi cantik
Belahan jiwaku
Aku ingin pulang
rebahkan punggungku yang mulai tua
di atas pangkuanmu
Aku rindu hangatnya susu coklat yang kau buatkan
saat aku sakit dan terbaring lemah
Ditulis dalam Puisi
•April 30, 2011 •
1 Komentar
Gelisah dan takut
membayangkan terbang pertamaku
Hingga aku berkeras memintamu
menemani dan memberi arah
Detik-detik terbang pertama
Kau genggam sayapku
“Sayang akan ada perasaan aneh,
seperti ada air terjun di dalam dadamu,
saat kau menentang gravitasi,
dan memulai penerbangan ini,
aku akan memegang sayapmu, agar kau tidak takut”
Lalu kau tersenyum, dan aku merasa nyaman
Deru angin mulai memekik di telinga
Benar saja, serasa air terjun menendang-nendang di dada
Ku pandangi wajahmu yang tersenyum
menjaga kalau-kalau aku merasa takut
“Hey kita sudah terbang sayang, tidakkah kau menyadarinya?”
dan aku melihat segalanya mengecil
seperti miniatur dalam sebuah etalase
Aku tidak merasa takut di terbang pertamaku
Karena senyummu selalu menjaga sayapku
Aku ingin kau tahu itu
Ditulis dalam Puisi