Mencari Ujung Bumi (8)

•Januari 16, 2012 • Tinggalkan sebuah Komentar

Bertahun-tahun sudah kapal ini berlayar

Pada samudera antah barantah

Namun ujung bumi tak jua terlihat

 

Kuputuskan berlabuh pada satu pulau tak berpenghuni

Menanam buah berry dari bibit cinta yang saat itu kau tinggalkan

Berharap dapat tumbuh seperti di tanah kita dulu

Dan tulisan saat berlayar adalah saksi

betapa lelahnya mencari dan menanti

 

Aku sadari ternyata pada ujung atlas bermula

adalah ujung bumi sebenarnya

Namun telah terlalu jauh berlayar hingga tak dapat kembali lagi

 

Tanah ini,

Memang tidak berpelangi seperti kau

Tak juga hujan tanpa henti

Hanya tanah biasa yang rela menerima kapalku tuk singgah

Jadi biarlah ia menjadi ujung bumiku kini

Satu Hari Lagi

•September 15, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Satu hari lagi
ku kubur kau dalam bayang
biar melekat tetap namun tidak terlihat

lelahkah aku menantimu?
Berhentikah aku mencintaimu?

Aku khawatir bukan karena esok
saat aku dikukuhkan sebagai istri
Tapi lebih karena kau
khawatir karena cintaku padamu tak jua padam
lalu bagaimana ia yang menikahiku?

Kelengkapan hidup
kau bawa dan tak bisa kembali
lalu bagaimana ia melengkapi hidupku?

Satu hari lagi
dalam gamang
ah..kau takkan pernah tahu rahasia hati ini

Cuma Kata Rindu

•Juli 15, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Rindu…rindu…rindu
cuma kata rindu
cuma rindu rindu rindu
rindu rindu rindu…

rindu..rindu..rindu
rindu…rindu…rindu
cuma kata ini
rindu..rindu…rindu
rindu, rindu, rindu

rindu, rindu, rindu
tak mampu kuucap
meski cuma kata rindu

Aku rindu sangat
sangat rindu
rindu…rindu…rindu
rindu…rindu…rindu
Semoga kau tahu

*150711,kyukyuku*

Kisah Pilu

•Juli 7, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ini bukan awal tapi akhir
bukan kelahiran tapi kematian,

Jiwa telah terpisah dari raga
selamanya,

Bukan karena bahagia
Ini kepiluan
bila air mata tiada henti

Cinta telah terkubur bersama kisah
Kesetiaan terbaring dalam peti
dipendam dan dinisan
tetap terjaga meski tidak kasat

Cinta ini begitu mengikat
Melingkar bukan pada jari
tetapi pada hati

Aku akan mencintaimu sampai mati
Meski kau tak lagi perduli…

(July,07 2011)

Tak Pernah

•Juli 2, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aku…
Tak pernah benar-benar meninggalkanmu
sama seperti kau dahulu
Tak pernah benar-benar meninggalkanku

Terlihat terpisah
namun hatiku masih tertaut

Aku mencintaimu selalu

(jul 11, to kyukyu)

Kekasih…

•Juni 1, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dimana aku harus ku letakkan kelelahan ini
yang menggelayut di pundakku
mencengkram seolah tak ingin lepas

Sepatu ini telah lusuh sayangku
aku tak ingin berkelana lagi
Aku tak lagi cantik

Belahan jiwaku
Aku ingin pulang
rebahkan punggungku yang mulai tua
di atas pangkuanmu
Aku rindu hangatnya susu coklat yang kau buatkan
saat aku sakit dan terbaring lemah

Terbang Pertama

•April 30, 2011 • 1 Komentar

Gelisah dan takut
membayangkan terbang pertamaku
Hingga aku berkeras memintamu
menemani dan memberi arah

Detik-detik terbang pertama
Kau genggam sayapku
“Sayang akan ada perasaan aneh,
seperti ada air terjun di dalam dadamu,
saat kau menentang gravitasi,
dan memulai penerbangan ini,
aku akan memegang sayapmu, agar kau tidak takut”
Lalu kau tersenyum, dan aku merasa nyaman

Deru angin mulai memekik di telinga
Benar saja, serasa air terjun menendang-nendang di dada
Ku pandangi wajahmu yang tersenyum
menjaga kalau-kalau aku merasa takut
“Hey kita sudah terbang sayang, tidakkah kau menyadarinya?”
dan aku melihat segalanya mengecil
seperti miniatur dalam sebuah etalase

Aku tidak merasa takut di terbang pertamaku
Karena senyummu selalu menjaga sayapku
Aku ingin kau tahu itu

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.